New Article
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Hacking. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hacking. Tampilkan semua postingan
22.16
Beginilah Cara Hacker China Menyusupi Google
Written By Unknown on Senin, 10 Juni 2013 | 22.16
BEIJING – Perseteruan Google dengan pemerintah China hingga sekarang masih terus menghangat. Google sebelumnya mengancam untuk hengkang dari China setelah sejumlah hacker menyerang para pemilik akun gmail. Bagaimana cara hacker untuk menyusup ke akun Gmail dan menyebarkan malware di situs mesin pencari tersebut.
Financial Times, Selasa (26/1/2010) melaporkan, para hacker mengawali aksinya dengan mencari alamat instant messaging (IM) para karyawan Google di china melalui situs jejaring sosial.
Orang yang diduga melakukan penyerangan ke Google dan sejumlah perusahaan kemudian meminta untuk menjadi ‘teman’ para karyawan Google. Ketika mereka telah menjalin pertemenan itulah, para hacker mengirimkan link yang berisi malware kepada para karyawan. Dengan demikian, malware akan menyebar begitu karyawn Google meng-klik link tersebut.
“Penyidikan menunjukkan bahwa penyerang telah memilih sejumlah karyawan perusahaan yang memiliki akses ke data-data penting dan mereka juga mempelajari teman-teman karyawan google lainnya,” tulis Financial Times.
“Hacker telah menggunakan akun di jejaring sosial terhadap sejumlah karyawan dan telah menghitung sejumlah kemungkinan bahwa orang tersebut akan mengklik link yang dikirim,” lanjut tulisan Financial Times
George Kurtz, Chief Technology Officer McAfee membenarkan, penyerang banyak menggunakan program-program instant messaging yang digunakan karyawan untuk mendistribusikan malware.
Kendati demikian, Google juga tetap menyelidiki sejumlah karyawannya yang diduga terlibat dalam serangan yang dimulai sejak pertengahan Desember silam. Tak hanya Google, serangan hacker juga mengenai 30 komputer lainnya.
Label:
Hacking
22.14
Internet Paling Aman
Survey Negara Mana yang Internetnya Paling Aman
Ingin tahu negara mana yang paling aman akses internetnya? Sebuah studi yang dilakukan oleh perusahaan keamanan AVG menemukan fakta bahwa tujuh dari sepuluh negara teraman berada di negara Afrika.
Ingin tahu negara mana yang paling aman akses internetnya? Sebuah studi yang dilakukan oleh perusahaan keamanan AVG menemukan fakta bahwa tujuh dari sepuluh negara teraman berada di negara Afrika.
Para peneliti mengumpulkan daftar berdasarkan berapa banyak serangan program jahat (malware) di setiap negara. Mereka menggunakan data dari 127 juta komputer di 144 negara untuk menentukan tingkat insiden serangan tersebut.
Dari data itu, para peneliti menilai negara Sierra Leone menjadi negara teraman dalam hal akses internetnya. Rata-rata tingkat serangan di negara itu adalah satu serangan untuk setiap 692 pengguna internet. Sementara Nigeria menempati posisi kedua dengan satu serangan setiap 442 pengguna internet yang sedang online.
Sierra Leone menjadi negara teraman karena dilihat dari rendahnya tingkat pengguna internet di negara Afrika Barat itu. Dikutip dari situs AVG, Senin (30/8/2010), meskipun penetrasi broadband dan penggunaan internet di negara-negara Afrika rendah, namun hal itu justru membuatnya menjadi tempat yang paling aman.
Sementara kawasan Kaukasus dianggap menjadi wilayah yang paling rentan terhadap serangan online. Adapun Turki, Rusia, Armenia dan Azerbaijan dianggap memiliki tingkat risiko tertinggi atas serangan virus dan malware.
Amerika Serikat sendiri menempati urutan ke sembilan dengan satu serangan setiap 48 peselancar internet dan Inggris berada di posisi 30 dengan satu serangan setiap 63 peselancar internet.
Berikut daftar 10 negara yang paling berisiko terhadap serangan malware:
- Turki (1:10)
- Rusia (1:15)
- Armenia (1:24)
- Azerbaijan (1:39)
- Bangladesh (1:24)
- Laos (1:39)
- Vietnam (1:42)
- Portugal (1:43)
- Amerika Serikat (1:48)
- Ukraine dan Pakistan (1:48)
Kayaknya serangan spammer dan scammer justru dari negara yang paling aman deh, contohnya Nigeria.
Detikinet[dot]com
Label:
Hacking
22.12

jika Malas untuk mendownload dan menjalankan filenya, silahkan buka link berikut ini. Cukup masukkan kode error yang muncul kemudian klik tombol “Get password”, maka backdoor password biosnya akan langsung ditampilkan.

Sumber: http://dogber1.blogspot.com/2009/05/table-of-reverse-engineered-bios.html
Cara menemukan Backdoor Password BIOS di Laptop
Baru2 ini saya dibuat sedikit pusing dengan masalah password di bios laptop fujitsu lifebook yang rencananya akan diformat (install ulang), masalah ditemui ketika ingin mengubah settingan hdd dari mode AHCI ke mode IDE agar windows xp yang akan saya install bisa mendeteksi harddisknya. Nah ternyata biosnya ada passwordnya, cara mereset password biosnya dengan cara mencabut batere cmosnya tidak bisa menghapus password untuk masuk ke BIOSnya, begitu juga dengan jumper reset cmosnya, yang kereset hanya tanggalnya saja (system date).

Biasanya kita diberi kesempatan tiga kali untuk memasukkan kode untuk passwordnya, setelah tiga kali salah, maka otomatis laptop akan terkunci, dan biasanya akan ditampilkan juga kode berupa angka dan hurup, nah angka dan hurup ini ternyata berisi backdoor atau kode untuk dapat masuk ke biosnya (master password).

Biasanya kita diberi kesempatan tiga kali untuk memasukkan kode untuk passwordnya, setelah tiga kali salah, maka otomatis laptop akan terkunci, dan biasanya akan ditampilkan juga kode berupa angka dan hurup, nah angka dan hurup ini ternyata berisi backdoor atau kode untuk dapat masuk ke biosnya (master password).
Berikut ini tabel kode error yang ditampilkan oleh masing2 merek laptop:
Vendor
|
Hash Encoding
|
Contoh Hash Code/Serial
|
Scripts
|
| Compaq | 5 decimal digits | 12345 | |
| Dell | serial number | 1234567-595B 1234567-D35B 1234567-2A7B | |
| Fujitsu-Siemens | 5 decimal digits | 12345 | |
| Fujitsu-Siemens | 8 hexadecimal digits | DEADBEEF | |
| Fujitsu-Siemens | 5×4 hexadecimal digits | AAAA-BBBB-CCCC-DEAD-BEEF | |
| Fujitsu-Siemens | 5×4 decimal digits | 1234-4321-1234-4321-1234 | |
| Hewlett-Packard | 5 decimal digits | 12345 | |
| Hewlett-Packard/Compaq Netbooks | 10 characters | CNU1234ABC | |
| Insyde H20 (generic) | 8 decimal digits | 03133610 | |
| Phoenix (generic) | 5 decimal digits | 12345 | |
| Sony | 7 digit serial number | 1234567 | |
| Samsung | 12 hexadecimal digits | 07088120410C0000 |
Langkah2 untuk menampilkan kode backdoor sebelum dapat dicrack dengan scrips yang sudah disediakan:
Hidupkan laptopnya dan kemudian cobalah untuk memasukkan password 3x:
Hidupkan laptopnya dan kemudian cobalah untuk memasukkan password 3x:
- Untuk password pertama masukkan kode: 3hqgo3
- Untuk password kedua masukkanlah kode: jqw534
- Untuk password ketiga masukkan kode: 0qww294e
- Nah setelah tiga x kita memasukkan passwordnya tentunya laptopnya akan otomatis terkunci dan menampilkan kode/hash/serial seperti pada tabel diatas.
- Kemudian cobalah crack dengan menggunakan scripts yang sudah disediakan. download file untuk windows binary, ekstrak dan jalankan.
- Setelah kode master password berhasil dicrack, cobalah gunakan untuk masuk ke biosnya!.
Cara tersebut diatas sudah saya uji dan berhasil 100% pada laptop fujitsu S-series (Model No.LBS6311) yang terkunci BIOsnya, dan juga untuk type: B-series, E-series, Lifebook c1110, Lifebook c1320, LifeBook N6110, LifeBook N6410, LifeBook N6420, LifeBook N6460, LifeBook N6470, P-series, Q-series, S-series,T-series, U-series, V-series, X-series.
Untuk Backdoor password BIOS laptop SONY yang kita perlukan adalah 7 angka Nomor Serialnya (Stiker dibawah laptopnya).
Untuk Backdoor password BIOS Dell yang kita perlukan adalah Service Tagnya. Contoh: 1234567-595B atau D35b atau A95B atau 2A7B.
Cara ini sangat berguna apabila kita menghadapi laptop yang begitu dihidupkan langsung disodorin password dulu sebelum proses booting dimulai. tentunya kita kesulitan untuk menghapus password menggunakan program khusus bukan?
Adapun model/type laptop yang berhasil dicrack Master passwordnya:
- Toshiba BIOS/HDD Password : Toshiba Satellite L455-S1592, L455-S1591, L455-S5046, L455-S5045, L455-SP5017, L455-SC2085, L455-S5009, L455-S5008, L455-SP5014L, L455-SP5014M, L455D-SP5012L, L455D-SP5012M, L455-SP5011L, L455-SP5011M, L455-S5000, L455-S5989, L455-S5981, L455-S5980, L455-S5975, L455D-S5976, L455-SP2925R, L455-SP2925C, L455-SP2925A, L455-SP2922R, L455-SP2922C, L455-SP2922A, L455-SP2903R, L455-SP2903C, L455-SP2903A, L455-SP2902R, L455-SP2902C, L455-SP2902A, L550-ST2722, L550-ST57X2, L550-ST57X1, L550-ST2743, L550-ST5707, L555-S7002, L555-S7008, L555D-S7930, L555-S7945, L555D-S7006, L555D-S7005, L555-S7929, L555D-S7932, L555-S7001
- SONY BIOS/HDD Password : Sony Vaio PGC & VGN. PCG-C, PCG-F, PCG-GR, PCG-GRS, PCG-GRT, PCG-GRV, PCG-GRX, PCG-GRZ, PCG-N, PCG-NV205, PCG-QR, PCG-R, PCG-SR, PCG-SRX, PCG-TR, PCG-V, PCG-VX, PCG-X, PCG-Z, VGN-B, VGN-FS, VGN-S, VGN-T, VGN-TX1, VGN-X
- HP-Compaq BIOS/HDD Password : HP mini 110, HP mini 210, HP mini 311, HP mini 1000, HP mini 1100.
- Gateway BIOS/HDD Password : C-140S, C-140XL, C-142XL, C-140X, C-141X, C-141XL, C-143X, C143XL, EC14, EC14D, EC18, EC19C, EC38, EC54, EC58, ID54, ID49C, ID58, ID59C, ID79C, M-14, M-16, M-24, M-26, M-62, M-63, M-67, M-68, M-73, M-78, M-150, MC73, MC78, MD24, MD26, MD73, MD78, ML6000, MT6000, MX6000, NV-40, NV-42, NV-44, NV-48, NV-49C, NV-51, NV-51M, NV-52, NV-53, NV-53A, NV-54, NV-55C, NV-56, NV-58, NV-59, NV-59C, NV-73, NV-74, NV-73A, NV-78, NV-79, NV-79C, P-17, P-63, P-68, P-73, P-78, P-79, T-14, T-16, T-62, T-63, T-68, TC73, TC78, UC73, UC78 dan model lainnya.
- DELL BIOS/HDD Pasword : Dell Latitude, Mini, Inspiron, Precision, XPS dan Vostro
- Asus BIOS/HDD Pasword : A40, A41, A42, A52, B43, B50, B53, F5, F50, F52, F6, F70, F8, F80, F81, F82, F83, G50, G51, G53. G60, G71, G72, G73, K40, K41, K42, K50, K51, K52, K60, K61, K62, K70, K72, M50, M51, M60, M70, N10, N20, N43, N50, N51, N52, N53, N60, N61, N70, N73, N80, N81, N82, N90, NX90, P42, P50, P52, P81, L30, PL80, Pro23, Pro32, Pro33, Pro50, Pro55, Pro57, Pro58, Pro59, Pro5A, Pro5B, Pro5C, Pro5D, Pro5E, Pro5G, Pro5I, Pro5J, Pro5M, Pro60, Pro61, Pro62, Pro63, Pro64, Pro66, Pro71, Pro73, Pro76, Pro77, Pro78, Pro79, Pro7A, Pro86, Pro88, Pro89, Pro8B, Pro8F, U20, U30, U31, U33, U35, U36, U41, U43, U45, U50, U52, U53, U6, U80, UL20, UL30, UL50, UL80, UX30, UX50, VX, W90, X23, X32, X42, X50, X52, X56, X57, X58, X59, X5A, X5B, X5C, X5D, X5E, X5G, X5J, X5L, X5M, X61, X62, X64, X66, X70, X71, X72, X73, X75, X77, X7B, X82, X85, X87, X80, X8A, X8B, X8E, X90
jika Malas untuk mendownload dan menjalankan filenya, silahkan buka link berikut ini. Cukup masukkan kode error yang muncul kemudian klik tombol “Get password”, maka backdoor password biosnya akan langsung ditampilkan.
Sumber: http://dogber1.blogspot.com/2009/05/table-of-reverse-engineered-bios.html
Label:
Hacking
22.11
Kenapa Website Pemerintah Mudah Sekali Di Rusak?
Pertanyaannya: Kenapa website/situs pemerintah gampang di deface (pengrusakan)?.
Mari Kita telilti dari sisi Defacer & Webmaster:
Defacer, setiap hari selalu mencari celah keamanan website agar bisa di deface, melakukan penelitian terhadap sourcecode yang ada, melihat update vulnerability dari website-website security yang ada di jagad raya. Berdiskusi di forum untuk menemukan dan memecahkan sesuatu yang tidak bisa dipecahkan. Hal inilah yang biasanya hampir tidak pernah dilakukan olehWebmaster & Administrator. Defacer, bisa saja terdiri dari banyak orang yang berbeda-beda dan berasal dari lokasi dimana saja di dunia ini, misalkan: Indonesia, Turki, Brazil, India, Tunisia, dst. Oleh sebab itu bisa kita golongkan bahwa defacer merupakan sebuah kumpulan orang banyak.
Administrator / Webmaster: biasanya terdiri dari beberapa orang saja, mungkin terdiri dari 1-3 orang saja. Administrator / Webmaster bertugas untuk mengatur dan mengurus website. Namun, entah kenapa kebanyakan webmaster & administrator website pemerintah Indonesia kebanyakan menggunakan layanan instant public (hosting, opensource cms, dsb), alangkah baiknya bila situs-situs pemerintah memiliki suatu badan tersendiri yang mengurusi hal ini
(dalam bayangan).
(dalam bayangan).
Dari penjelasan di atas, terdapat beberapa kelebihan Defacer (Pengrusak) daripada Webmaster:
- Defacer unggul dalam jumlah, karena defacer bisa siapa saja di dunia ini.
- Defacer bergerak setiap hari mengikuti perkembangan security.
- Defacer mencoba dan melakukan research (penelitian) terdahap kelemahan-kelemahan di website/situs setiap saat.
Inilah beberapa alasan mengapa website pemerintah mudah di deface / di rusak:
- Penggunaan CMS yang free (gratis) dan opensource tanpa adanya modification. Sehingga keseluruhan konfigurasi menggunakan default konfigurasi, hal ini memudahkan para defacer untuk menemukan informasi file, directory, source, database, user, connection, dsb.
- Tidak ter updatenya source code atau tidak menggunakan versi terakhir dari CMS. Hal ini sangat rentan, karena security issue terus berkembang seiring masuknya laporan dan bugtrack terhadap source, kebanyakan hal inilah yang menjadi sebab website mudah dideface.
- Tidak pernah ada research yang mendalam dan detail mengenai CMS sebelum digunakan & di implementasikan. Sehingga pemahaman dan pengetahuan dari webmaster hanya dari sisi administrasinya saja, tidak sampai ke level pemahaman sourcecode.
- Tidak adanya audit trail yang memberikan informasi lengkap mengenai penambahan, pengurangan, perubahan yang terjadi di website baik source, file, directory, dsb. Sehingga kesulitan untuk menemukan, memperbaiki dan menghapus backdoor yang sudah masuk di website.
- Jarang melakukan pengecekan terhadap security update, jarang mengunjungi dan mengikuti perkembangan yang ada di situs-situs security dijagad maya. Sehingga website sudah keduluan di deface oleh defacer sebelum dilakukan update dan patch oleh webmaster.
- Kurangnya security awareness (kepedulian sekuritas) dari masing-masing personil webmaster & administrator. Sehingga kewaspadaan terhadap celah-celah keamanan cukup minim, kadangkala setelah website terinstall dibiarkan begitu saja. Kurangnya training dan kesadaran akan keamanan website seperti ini akan menjadikan website layaknya sebuah istana yang tak punya benteng.
Bagi Para Webmaster / Administrator website pemerintah, ada beberapa saran yang mungkin bermanfaat untuk dapat di Terapkan:
- Wajib untuk mengikuti perkembangan sourcecode dari sourcecode website yang digunakan, backuplah website dan database sebelum melakukan update.
- Kebanyakan defacer telah memasang backdoor ketika telah berhasil melakukan deface pada website, hal ini dimungkinkan agar dapat melakukan deface ulang terhadap website. diwajib untuk memeriksa perubahan folder, file, database dan source terakhir dari website.
- Pelajarilah lebih dalam mengenai dasar-dasar hacking dan antisipasinya (RFI, LFI, CSRF, SQL Injection, XSS, Exploit, Dsb) karena artikel ini sudah banyak bertebaran di Internet. Semakin banyak tahu & mengerti tentang sebuah kelemahan website dari dasar-dasar hacking, maka akan semakin banyak tahu pula bagaimana cara mengatasinya.
- Sering-seringlah berdiskusi di forum dan milist yang berkaitan dengan perangkat serta aplikasi yang mensupport website anda, baik dari sisi operating system, tempat hosting, bugtrack milist, developer milist, dsb. Hal ini bertujuan agar informasi vulnerability dapat dipatch lebih cepat sebelum defacer beraksi.
- Hardening website dan sourcecode wajib dilakukan, misalkan jangan menggunakan “default configuration”, aturlah sedemikian rupa “configuration website” dengan memperhatikan: permission, access level, indexing, database connection, database configuration, password dan user management.
- Gunakanlah tambahan plugin / component yang tepat, sehingga dapat meminimalisasi terjadinya kegiatan defacing dari Pihak ke-3. Pastikan hasil review & ranking plugin bereputasi baik dan sudah di verified oleh penyedia CMS yang bersangkutan.
- Lakukanlah penetration testing terhadap website, baik secara lokal maupun langsung di website. Banyak tools penetration testing yang bisa digunakan: Nexus, Acunetix, dsb. Tapi yang paling bagus dan lebih cepat adalah, copy source dan database website, Install di local computer, kemudian lakukanlah penetration testing. Updatelah website bila ditemukan vulnerability.
- Backdoor, baik (php, asp, perl, phyton) dikenali dengan baik oleh beberapa Antivirus, ada bisa dibersihkan dengan melakukan scanning terhadap sourcecode website secara local. Apabila tidak dikenali, terpaksa anda harus mencari secara manual.
Salah satu solusi apabila website/Situs Anda sudah terlanjur dideface (dirusak), cobalah langkah2 berikut:
- Download source & database yang ada di website untuk backup. Hal ini untuk berjaga-jaga apabila langkah yang kita lakukan gagal, tetapi apabila konfigurasi & file sudah benar dan lengkap dijamin 100% berhasil, terkecuali ada sesuatu yang terlewatkan.
- Download source CMS versi terbaru dari website penyedia CMS, misalkan: www.drupal.org, www.joomla.org, www.wordpress.org, dsb.
- Lakukanlah perbaikan database secara lokal, berjaga-jaga apabila backdoor ada di database. Biasanya didalam database ada access user tidak dikenal yang akses levelnya sama dengan Administrator.
- Install CMS yang tadi sudah di download di web hosting. Kemudian lakukanlah konfigurasi: database, file permission, directory permission. Janganlah menggunakan default configuration, modifikasilah konfigurasi-konfigurasi yang ada agar lebih powerfull.
- Kemudian instalasi component: Themes, Plugin, Component, dsb. Gunakanlah yang paling terbaru, atau source baru dari komponen yang akan di Install (Fresh Install Component).
- Kemudian update database, dengan login ke Database Control Panel (phpMyAdmin, DB Admin, cPanel Database, dsb). Setelah anda melakukan login, maka importlah database.
- Gantilah username Administrator & Password menggunakan nama yang lebih Unik, jangan menggunakan user (admin, administrator, adm1n, dsb) gunakanlah yang lebih powerful dan susah untuk di tebak untuk menghindari bruteforce, gunakanlah alias untuk menampilkan username administrator di web content.
Label:
Hacking
22.01
apa itu Anonymizer ?
Written By Unknown on Minggu, 13 Januari 2013 | 22.01
Anonymizer adalah sebuah terminologi untuk ‘penyembunyi identitas’, membuat identitas kita menjadi anonymous ketika menjelajah dunia Internet. Ketika kita memasuki sebuah alamat di Internet, ada informasi yang kita bawa, dan bisa diketahui oleh alamat tujuan, salah satunya adalah IP Address yang ada dalam header HTTP. Header HTTP ini ada dalam sebuah request (permintaan) halaman HTTP untuk sebuah alamat tertentu.
Cara kerja Anonymizer
Anonymizer bekerja sebagai pihak ketiga antara pengguna dan alamat situs yang dituju. Tiap komputer yang tersambung ke Internet lewat ISP akan memiliki satu alamat IP, dengan mengetahui alamat IP kita, akan mungkin informasi probadi kita tersebar di Internet, misalnya IP 202.169.46.163 selalu membeli buku dari Amazon setiap awal minggu. Kemudian bisa banyak muncul kemungkinan cyber-crime, misalnya dengan me-redirect alamat web yang dituju ke sebuah alamat yang penyadap kehendaki. Dengan Anonymizer alamat IP kita akan disembunyikan dan informasi lain yang private, seperti ISP yang digunakan akan disembunyikan. Untuk kasus pemblokiran Speedy tadi, kita tidak akan dikenali sebagai pengguna Internet yang mengakses dari ISP nya Telkom. Ketika menggunakan Anonymizer untuk mengakses sebuah alamat di Internet, ada sebuah pihak ketiga sebagai perantara, ditunjukkan dengan gambar berikut :
Ketika kita mengakses sebuah halaman web melalui anonymizer, halaman itu juga di filter sehingga semua link juga dibuat anonim, sehingga tetap bisa terus dalam mode anonim, dan dapat menjelajah di halaman web yang di blok tadi.
Jenis Anonymizer
- Networked Design
- Menambahkan delay waktu yang besarnya acak terhadap response yang dikirim kembali, hal ini akan menyulitkan analisis berbasis pola waktu.
- Membuat request acak melewati banyak halaman web untuk menyamarkan request asal.
- Ukuran cache dari halaman web yang besar, berdampak pada penyamaran response sebenarnya.
- Single-Point AnonymizerAnonymizer jenis ini yang paling banyak digunakan, mekanismenya dengan melewatkan alamat yang akan dituju melalui sebuah web site untuk menyembunyikan identitas kita, kadangkala jalur komunikasinya diamankan dengan enkripsi. Bentuk Anonymizer seperti ini lebih sederhana, biasanya kita hanya menuju ke sebuah halaman Anonymizer (web proxy), kemudian mengetikkan alamat yang dituju (misalnyahttp://youtube.com), Beberapa Single-Point Anonymizer yang banyak digunakan antara lain :
- Anonymouse
- Unblockyoutube
- AnonService
- Anonymizer.com
- Anonymize.net
- Merletn.org
- MuteMail.com
- Psiphon
- PublicProxyServers.com
- Proxify.com
- PurePrivacy.com
- SilentSurf.com
- Surfola.com
- Ultimate-anonymity.com
Anonymizer jenis ini, sesuai namanya, akan mentransfer komunikasi melalui jaringan komputer yang ada di Internet diantara komputer yang tersambung lewat ISP dan alamat yang dituju. Komputer Alice yang tersambung ke internet melalui Telkom Speedy misalnya, akan me-request sebuah halaman web dari http://youtube.com. Request ini akan melewati komputer Bob dan Caroll juga Danny yang terkoneksi dalam sebuah jaringan. Keuntungannya adalah untuk mempersulit analisis trafik data keluar-masuk yang terjadi ketika mengakses sebuah halaman, tentunya akan mengurangi vulnerability dari kita. Keuntungan yang Anonymizer tawarkan adalah mengurangi resiko dari analisis trafik, bentuk nyata perlindungannya adalah sebagai berikut :
Tentunya bentuk Anonymizer seperti ini hanya digunakan oleh organisasi besar yang memang membutuhkan security lebih, selain itu digunakan juga oleh lembaga analisis trafik jaringan, untuk mengevaluasi jaringan Internet.
Single-Point Anonymizer bekerja dengan cara menambahkan URL tujuan ke URL nya, misalnya saya akan mengakses youtube melewati Anonymouse, maka anonymouse akan membentuk URL :
Dengan menggunakan Anonymizer, informasi seperti IP address dan informasi terkait lainnya tidak akan diteruskan ke youtube, dan IP saya (203.130.226.203) yang merupakan IP dari ISP Telkom, tidak akan terlihat dan dianggap bukan dari site yang tidak boleh mengakses youtube.
Label:
Hacking,
Networking
21.53
Mengenal Spam
Written By Unknown on Rabu, 09 Januari 2013 | 21.53
Salah satu kegiatan negatif yang menjadi trend di internet saat ini adalah spamming. Spam sangat dibenci oleh pengguna internet terutama yang sering menggunakan e-mail. Melalui tulisan ini kami akan sajikan mengenai apa itu spam, bahaya dan juga aspek-aspek lainnya.
Apa itu spam?
Spam adalah suatu e-mail yang membawa pesan-pesan yang sifatnya komersial (bisa menjual jasa, barang atau menawarkan sesuatu hal yang menarik). Ini bisa Anda analogikan sebagai suatu junk e-mail yang masuk ke dalam mailbox Anda. Parahnya bahwa spam sering kali tidak membawa pesan yang penting bagi Anda, justru sebaliknya malah membuat Anda semakin kesulitan membedakan mana e-mail yang seharusnya lebih penting buat Anda.
Berikut ini adalah tipikal isi dari e-mail spam yang biasanya sering dijumpai.
- Spam yang menawarkan produk obat-obatan atau kesehatan. Misalnya saja ada e-mail yang menawarkan obat untuk memperbesar salah satu bagian dari tubuh Anda, atau juga obat yang diklaim mampu untuk menurunkan berat badan secara drastis.
- Spam yang menawarkan cara agar bisa menjadi kaya dengan cepat.
- Spam yang menawarkan jasa atau produk keuangan, seperti penawaran peminjaman dana atau juga cara untuk mengurangi tagihan.
- Spam yang menawarkan jasa pendidikan seperti beasiswa universitas atau mendapatkan gelar dengan biaya tertentu.
- Spam yang menawarkan jasa online gambling.
- Spam yang menawarkan diskon terhadap suatu produk tertentu atau juga ada yang menawarkan software bajakan.
Spam seringkali pintar dan seolah-olah tampak seperti suatu e-mail personal dengan subject yang normal seperti "Sorry about yesterday", "Your account renewal now due" dan lain sebagainya.
Kenapa orang mengirimkan spam?
Orang mengirim spam karena mereka yakin kegiatan itu bisa menguntungkan mereka secara finansial. Seorang spammer bisa mengirimkan ribuan e-mail dalam waktu singkat dan dengan biaya yang sangat murah. Bahkan jika mereka bisa membajak komputer orang lain untuk mengirimkan e-mail spam, maka biayanya bisa lebih murah lagi.
Apakah spam benar-benar merupakan masalah?
Spam memang tidak mengancam atau merusak data Anda seperti yang dilakukan virus, tetapi spam bisa merusak bisnis Anda. Berikut ini efek-efek dari spam.
- Spam bisa membuang waktu percuma staff Anda. Pengguna yang tidak menggunakan program anti-spam bisa menghabiskan waktu yang tidak sedikit untuk menghapus e-mail spam pada mailbox mereka.
- Pengguna bisa saja justru menghapus e-mail yang penting karena memang antara e-mail yang penting dan e-mail spam susah untuk dibedakan.
- Spam, seperti halnya hoax dan virus e-mail mengganggu bandwidth jaringan Anda dan juga terkadang mengganggu database Anda.
- Spammer seringkali menggunakan komputer orang lain yang sudah dibajak untuk mengirimkan spam.
Hijacking
Spammer seringkali membajak komputer orang lain untuk mengirimkan e-mail spam. Pemilik komputer yang dibajak tidak sadar kalo komputernya digunakan untuk membombardir e-mail orang lain dengan spam. Spammer biasanya berhati-hati dalam membajak komputer orang lain sehingga membuat dirinya semakin sulit terlacak. Perusahaan dimana tempat komputer yang dibajak tadi biasanya akan mendapat komplain dari si penerima spam dan ini bisa membuat nama perusahaan tersebut jelek dan reputasinya bisa jatuh.
Spammer tahu ketika Anda sedang membaca e-mail spam
Spammer saat ini sudah semakin pintar dan jeli. Mereka ingin mengetahui siapa saja yang menerima e-mail spam dan siapa yang tidak. Ini dapat mereka gunakan untuk menentukan kegiatan spam berikutnya bagi si spammer.
Bahkan jika Anda tidak me-reply spam, spammer selalu tahu bahwa Anda sudah menerimanya, beberapa contohnya adalah melalui cara berikut ini.
- Jika e-mail client Anda ada fasilitas preview e-mail dan Anda menggunakannya, maka si spammer akan tahu bahwa e-mail Anda aktif.
- Jika Anda mengklik bagian pada e-mail spam yang seolah-olah adalah untuk unsubscribe maka si spammer akan tahu juga bahwa e-mail Anda aktif dan Anda akan terus menerima spam berikutnya.
Spammer dapat meng-include-kan suatu "web bug" pada e-mail spam dan di dalamnya bisa berisi suatu link yang akan terkoneksi ke situsnya si spammer ketika e-mail spam ini dibaca atau di-preview.
Label:
Hacking,
Networking
21.05
Enam (6) Langkah Mengamankan Jaringan & Sistem Komputer dari Serangan Hacker
Secara umum ada enam (6) langkah besar yang mungkin bisa digunakan untuk mengamankan jaringan & sistem komputer dari serangan hacker. Adapun langkah tersebut adalah:
- Membuat Komite Pengarah Keamanan.
- Mengumpulkan Informasi
- Memperhitungkan Resiko
- Membuat Solusi
- Implementasi & Edukasi / Pendidikan.
- Terus Menerus Menganalisa, dan Meresponds.
Langkah 1: Membuat Komite Pengarah Keamanan
Komite pengarah sangat penting untuk dibentuk agar kebijakan keamanan jaringan dapat diterima oleh semua pihak. Agar tidak ada orang terpaksa, merasa tersiksa, merasa akses-nya dibatasi dalam beroperasi di jaringan IntraNet mereka. Dengan memasukan perwakilan dari semua bidang / bagian, maka masukan dari bawah dapat diharapkan untuk dapat masuk & di terima oleh semua orang.
Dengan adanya komite pengarah ini, akan memungkinkan terjadi interaksi antara orang teknik / administrator jaringan, user & manajer. Sehingga dapat dicari kebijakan yang paling optimal yang dapat diimplementasikan dengan mudah secara teknis.
Langkah 2: Mengumpulkan Informasi
Sebelum sebuah kebijakan keamanan jaringan diimplementasikan, ada baiknya proses audit yang lengkap dilakukan. Tidak hanya mengaudit peralatan & komponen jaringan saja, tapi juga proses bisnis, prosedur operasi, kesadaran akan keamanan, aset. Tentunya proses audit harus dari tempat yang paling beresiko tinggi yaitu Internet; berlanjut pada home user & sambungan VPN. Selain audit dari sisi external, ada baiknya dilakukan audit dari sisi internet seperti HRD dll.
Langkah 3: Memperhitungkan Resiko
Resiko dalam formula sederhana dapat digambarkan sebagai:
Resiko = Nilai Aset * Vurnerability * Kemungkinan di Eksploit
Nilai aset termasuk nilai uang, biaya karena sistem down, kehilangan kepercayaan mitra / pelanggan. Vurnerability termasuk kehilangan data total / sebagian, system downtime, kerusakan / korupsi data.
Dengan mengambil hasil dari langkah audit yang dilakukan sebelumnya, kita perlu menanyakan:
• Apakah kebijakan keamanan yang ada sekarang sudah cukup untuk memberikan proteksi?
• Apakah audit secara eksternal berhasil memvalidasi ke keandalan kebijakan keamanan yang ada?
• Adakah proses audit mendeteksi kelemahan & belum tertuang dalam kebijakan keamanan?
• Apakah tingkat keamanan, setara dengan tingkat resiko?
• Apa aset / informasi yang memiliki resiko tertinggi?
Dengan menjawab pertanyaan di atas merupakan titik awal untuk mengevaluasi kelengkapan kebijakan informasi yang kita miliki. Dengan mengevaluasi jawaban di atas, kita dapat memfokuskan pada solusi yang sifatnya macro & global terlebih dulu tanpa terjerat pada solusi mikro & individu.
Langkah 4: Membuat Solusi
Pada hari ini sudah cukup banyak solusi yang sifatnya plug'n'play yang dapat terdapat di pasar. Sialnya, tidak ada satu program / solusi yang ampuh untuk semua jenis masalah. Oleh karena kita kita harus pandai memilih dari berbagai solusi yang ada untuk berbagai kebutuhan keamanan. Beberapa di antaranya, kita mengenal:
• Firewall.
• Network Intrusion Detection System (IDS).
• Host based Intrusion Detection System (H-IDS).
• Application-based Intrusion Detection System (App-IDS).
• Anti-Virus Software.
• Virtual Private Network (VPN).
• Two Factor Authentication.
• Biometric.
• Smart cards.
• Server Auditing.
• Application Auditing.
• Dll – masih ada beberapa lagi yang tidak termasuk kategori di atas.
Langkah 5: Implementasi & Edukasi / Pendidikan
Setelah semua support diperoleh maka proses implementasi dapat dilakukan. Proses instalasi akan sangat tergantung pada tingkat kesulitan yang harus dihadapi. Satu hal yang harus diingat dalam semua proses implementasi adalah proses pendidikan / edukasi jangan sampai dilupakan. Proses pendidikan ini harus berisi:
• Detail dari sistem / prosedur keamanan yang baru.
• Effek dari prosedur keamanan yang baru terhadap aset / data perusahaan.
• Penjelasan dari prosedur & bagaimana cara memenuhi goal kebijakan keamanan yang baru.
Peserta harus di jelaskan tidak hanya bagaimana / apa prosedur keamanan yang dibuat, tapi juga harus dijelaskan mengapa prosedur keamanan tersebut di lakukan.
Langkah 6: Terus Menerus Menganalisa, dan Meresponds
Sistem selalu berkembang, oleh karena itu proses analisa dari prosedur yang dikembangkan harus selalu dilakukan. Selalu berada di depan, jangan sampai ketinggalan kereta api
Label:
Hacking,
Networking
21.05
Cyberlaw : Teritori dalam cyberspace, realitas dan virtualitas
Banyak orang yang mengatakan bahwa dunia cyber ( cyberspace ) tidak dapat diatur. Cyberspace adalah dunia maya dimana tidak ada lagi batas ruang dan waktu. Padahal ruang dan waktu seringkali dijadikan acuan hukum. Jika seorang warga Indonesia melakukan transaksi dengan sebuah perusahaan Inggris yang menggunakan server di Amerika, dimanakah (dan kapan) sebenarnya transaksi terjadi? Hukum mana yang digunakan?
Teknologi digital yang digunakan untuk mengimplementasikan dunia cyber memiliki kelebihan dalam hal duplikasi atau regenerasi. Data digital dapat direproduksi dengan sempurna seperti aslinya tanpa mengurangi kualitas data asilnya. Hal ini sulit dilakukan dalam teknologi analog, dimana kualitas data asli lebih baik dari duplikatnya. Sebuah salian (fotocopy) dari dokumen yang ditulis dengan tangan memiliki kualitas lebih buruk dari aslinya. Seseorang dengan mudah dapat memverifikasi keaslian sebuah dokumen. Sementara itu dokumen yang dibuat oleh sebuah wordprocessor dapat digandakan dengan mudah, dimana dokumen “asli” dan “salinan” memiliki fitur yang sama. Jadi mana dokumen yang “asli”? Apakah dokumen yang ada di disk saya? Atau yang ada di memori komputer saat ini? Atau dokumen yang ada di CD-ROM atau flash disk? Dunia digital memungkinkan kita memiliki lebih dari satu dokumen asli.
Seringkali transaksi yang resmi membutuhkan tanda tangan untuk meyakinkan keabsahannya. Bagaimana menterjemahkan tanda tangan konvensional ke dunia digital? Apakah bisa kita gunakan tanda tangan yang di-scan, atau dengan kata lain menggunakan digitized signature ? Apa bedanya digitized signature dengan digital signature dan apakah tanda tangan digital ini dapat diakui secara hukum?
Tanda tangan ini sebenarnya digunakan untuk memastikan identitas. Apakah memang digital identity seorang manusia hanya dapat diberikan dengan menggunakan tanda tangan? Dapatkah kita menggunakan sistem biometrik yang dapat mengambil ciri kita dengan lebih akurat? Apakah e-mail, avatar , digital dignature , digital certificate dapat digunakan sebagai identitas (dengan tingkat keamanan yang berbeda-beda tentunya)?
Semua contoh-contoh (atau lebih tepatnya pertanyaan-pertanyaan) di atas menantang landasan hukum konvensional. Jadi, apakah dibutuhkan sebuah hukum baru yang bergerak di ruang cyber, sebuah cyberlaw? Jika dibuat sebuah hukum baru, manakah batas teritorinya? Riil atau virtual? Apakah hukum ini hanya berlaku untuk cybercommunity – komunitas orang di dunia cyber yang memiliki kultur, etika, dan aturan sendiri – saja? Bagaimana jika efek atau dampak dari (aktivitas di) dunia cyber ini dirasakan oleh komunitas di luar dunia cyber itu sendiri?
Atau apakah kita dapat menggunakan dan menyesuaikan hukum yang sudah ada saat ini?
Kata “ cyber ” berasal dari “ cybernetics ,” yaitu sebuah bidang studi yang terkait dengan komunikasi dan pengendalian jarak jauh. Norbert Wiener merupakan orang pertama yang mencetuskan kata tersebut. Kata pengendalian perlu mendapat tekanan karena tujuannya adalah “total control.” Jadi agak aneh jika asal kata cyber memiliki makna dapat dikendalikan akan tetapi dunia cyber tidak dapat dikendalikan.
Perkembangan Cyberlaw di Indonesia
Inisiatif untuk membuat “cyberlaw” di Indonesia sudah dimulai sebelum tahun 1999. Fokus utama waktu itu adalah pada “payung hukum” yang generik dan sedikit mengenai transaksi elektronik. Pendekatan “payung” ini dilakukan agar ada sebuah basis yang dapat digunakan oleh undang-undang dan peraturan lainnya. Karena sifatnya yang generik, diharapkan rancangan undang-undang tersebut cepat diresmikan dan kita bisa maju ke yang lebih spesifik. Namun pada kenyataannya hal ini tidak terlaksana.
Untuk hal yang terkait dengan transaksi elektronik, pengakuan digital signature sama seperti tanda tangan konvensional merupakan target. Jika digital signature dapat diakui, maka hal ini akan mempermudah banyak hal seperti electronic commerce ( e-commerce ), electronic procurement ( e-procurement ), dan berbagai transaksi elektronik lainnya.
Namun ternyata dalam perjalanannya ada beberapa masukan sehingga hal-hal lain pun masuk ke dalam rancangan “cyberlaw” Indonesia . Beberapa hal yang mungkin masuk antara lain adalah hal-hal yang terkait dengan kejahatan di dunia maya ( cybercrime ), penyalahgunaan penggunaan komputer, hacking , membocorkan password, electronic banking , pemanfaatan internet untuk pemerintahan (e-government) dan kesehatan, masalah HaKI, penyalahgunaan nama domain, dan masalah privasi. Penambahan isi disebabkan karena belum ada undang-undang lain yang mengatur hal ini di Indonesia sehingga ada ide untuk memasukkan semuanya ke dalam satu rancangan. Nama dari RUU ini pun berubah dari Pemanfaatan Teknologi Informasi, ke Transaksi Elektronik, dan akhirnya menjadi RUU Informasi dan Transaksi Elektronik. Di luar negeri umumnya materi ini dipecah-pecah menjadi beberapa undang-undang.
Ada satu hal yang menarik mengenai rancangan cyberlaw ini yang terkait dengan teritori. Misalkan seorang cracker dari sebuah negara Eropa melakukan pengrusakan terhadap sebuah situs di Indonesia. Dapatkah hukum kita menjangkau sang penyusup ini? Salah satu pendekatan yang diambil adalah jika akibat dari aktivitas cracking nya terasa di Indonesia, maka Indonesia berhak mengadili yang bersangkutan. Apakah kita akan mengejar cracker ini ke luar negeri? Nampaknya hal ini akan sulit dilakukan mengingat keterbatasan sumber daya yang dimiliki oleh kita. Yang dapat kita lakukan adalah menangkap cracker ini jika dia mengunjungi Indonesia. Dengan kata lain, dia kehilangan kesempatan / hak untuk mengunjungi sebuah tempat di dunia. Pendekatan ini dilakukan oleh Amerika Serikat.
Lain-lain
Ada hal lain terkait dengan teknologi informasi yang tidak terkait langsung dengan cyberlaw akan tetapi masih terkait dengan hukum. Salah satu kehebatan dari teknologi informasi – termasuk di dalamnya adalah teknologi komputer dan telekomunikasi – adalah adanya siklus inovasi yang cepat. Akibatnya produk yang terkait dengan teknologi informasi menjadi semakin baik dan semakin murah. Investasi dua tahun yang lalu jika dilihat dari kacamata saat ini akan terlihat sebagai salah investasi, atau lebih parah lagi dianggap sebagai upaya korupsi. Nampaknya harus ada lebih banyak edukasi mengenai teknologi terhadap penegak hukum.
Label:
Hacking